Fund Manager Lokal Racik Ulang Portofolio Imbas Isu Timur Tengah

Selasa, 03 Maret 2026

Fund Manager Lokal Racik Ulang Portofolio Imbas Isu Timur Tengah

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah manajer investasi atau fund manager lokal meracik ulang portofolio mereka di tengah sentimen eskalasi konflik Timur Tengah.

Belakangan, sebagian manajer investasi itu meningkatkan porsi kas sembari menurunkan porsi saham ke level defensif.

Di sisi lain, pengelola dana investasi memperbesar taruhan pada saham dengan eksposur minyak dan gas, mineral logam dan emiten dengan pendapatan dalam dolar AS.

“Kami sebelumya telah melakukan rebalancing portofolio investasi untuk mengantisipasi tanda-tanda meningkatnya risiko geopolitik, yang makin diperparah dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran,” kata Head of Investment & Research Division BNI Asset Management (BNI AM) Yekti Dewanti saat dihubungi, Senin (2/3/2026).

Yekti menuturkan pihaknya telah meningkatkan porsi kas dengan menurunkan porsi saham pada level defensif kurang dari 92%.

“Kami juga telah menambahkan efek-efek saham dengan proxy oil and gas dan US$ earner, yang bisa mendapat benefit ketika harga minyak dan gas mengalami kenaikan,” tutur Yekti.

Sementara itu, Yekti menambahkan, BNI AM telah menambah porsi kas dan menurunkan durasi portofolio obligasi untuk menjaga tingkat volatilitas pada reksadana pendapatan tetap.

“Apabila saham related dengan konglo memenuhi kriteria tersebut as fundamental dan quality stock, maka BNI AM tetap dapat mempertimbangkannya dalam portofolio investasi,” kata dia.

Di sisi lain, Panin Asset Management masih wait & see terkait dengan perkembangan eskalasi konflik di Timur Tengah. Direktur Panin AM Rudiyanto mengatakan pihaknya masih mengkaji durasi konflik yang mungkin terjadi di Timur Tengah tersebut.

“Pada dasarnya sektor energi dan komoditas salah satu yang diuntungkan tahun ini,” kata Rudiyanto.

Setali tiga uang, Henan Putihrai Asset Management (HPAM) turut wait & see terkait dengan dinamika yang belakangan terjadi di Timur Tengah.

Senior Vice President Head of Retail Product Research & Distribution HPAM Reza Fahmi Riawan mengatakan pihaknya masih memantau sentimen geopolitik terhadap pasar keuangan.

“Yang pasti kami berpegang teguh ke prinsip pendekatan inti kami yaitu multi-disiplin,” tuturnya.

Sentimen Timur Tengah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi hari ini, Selasa (3/3/2026), dibuka menguat. Pada pukul 9.01, indeks mencatat kenaikan 43,03 poin atau setara dengan menguat 0,54% ke level 8.059,86.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,61 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 207.877 kali.

Sebelumnya, IHSG sempat melorot 2,66% ke level 8.016 pada perdagangan Senin (2/3/2026). Amblesnya saham–saham big caps jadi pemicu, saham BREN, saham BMRI, hingga saham AMMN.

Saat itu, investor asing melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp631,02 miliar di perdagangan saham seluruh pasar. Di pasar reguler investor asing net sell Rp490,53 miliar.